Anjungan Daerah TMII

Anjungan DI Yogyakarta

Tiruan bagian Keraton Yogyakarta berupa ndalem pangeran (tempat tinggal putra raja), berbentuk joglo, dengan lahan seluas ± 8.165 m² merupakan bangunan utama Anjungan Yogyakarta. Gerbang anjungan berbentuk tajug, dinamakan Regol Dana Partapa. Halaman ditanami pohon sawokecik, lambang kebangsawanan. Di depan gedung induk berdiri dua buah arca tiruan arca Cingkara Bala … Selanjutnya »

Anjungan Sulawesi Barat

Sulawesi Barat semula merupakan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, namun kemudian pada tanggal 5 Oktober 2004 dibentuk menjadi provinsi berdasarkan UU No. 26 tahun 2004. Suku Mandar dan suku Toraja mendiami wilayah provinsi ini berdampingan dengan suku-suku Bugis, Makasar, dan Jawa. Mereka tinggal di wilayah yang sebagian besar merupakan pegunungan dengan … Selanjutnya »

Anjungan Jawa Timur

Anjungan Jawa Timur menampilkan bangunan candi dan sejumlah rumah adat yang ditata dalam tiga halaman. Dua patung raksasa Kotbuta dan Angkatbuta—perwujudan Patih Blambangan masa Raja Minak Jingga—mengapit jalan masuk sebelah utara anjungan Jawa Timur di halaman pertama. Di sisi kiri halaman ini terdapat tiruan Candi Tahun dari gugus Penataran dalam … Selanjutnya »

Anjungan Jawa Tengah

Anjungan ini menampilkan tujuh bangunan tradisional, yakni Pendopo Agung sebagai bangunan utama, pringgitan, tajuk mangkurat, Sasono Suko, joglo pengrawit apitan, dara gepak, dan panggung terbuka Ojo Dumeh. Selain itu, di dalam anjungan ini ditampilkan juga bangunan miniatur Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Mendut.Pendopo Agung merupakan bangunan tanpa dinding beratap … Selanjutnya »

Anjungan Bangka Belitung

Dahulu wilayah ini merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, namun kemudian menjadi provinsi ke-31 dengan Pangkal Pinang sebagai ibukota berdasarkan UU No. 27 tahun 2000. Provinsi Bangka Belitung memiliki luas wilayah 81.725,14 km², terbagi menjadi enam kabupaten dan satu kotamadya, yakni Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, … Selanjutnya »
 

Anjungan Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau dibentuk berdasarkan UU No. 25 tahun 2005 dengan Tanjung Pinang sebagai ibukota. Semula Kepulauan Riau merupakan bagian dari Provinsi Riau. Daerah Tingkat I dengan luas 8.084,01 Km² ini terbagi menjadi empat kabupaten dan dua kotamadya, yakni Kabupaten Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kotamadya Batam, … Selanjutnya »

Anjungan Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara menjadi provinsi merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Maluku pada tanggal 4 Oktober 1999 berdasarkan UU No.46 tahun 1999. Wilayah provinsi kepulauan ini seluas 140.255,36 km², terdiri atas 395 pulau, dan tiga perempat wilayahnya berupa perairan. Maluku Utara terbagi dalam enam kabupaten dan dua kotamadya, yakni Kabupaten Halmahera … Selanjutnya »

Anjungan Gorontalo

Gorontalo semula merupakan bagian dari wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan UU No. 38 tahun 2001 Gorontalo ditetapkan sebagai provinsi ke-32 dengan ibukota Gorontalo. Luas wilayahnya 12.215.45, terbagi atas empat kabupaten dan satu kotamadya, yakni Kabupaten Boalemo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwanto, dan Kotamadya Gorontalo. Penduduk provinsi ini adalah … Selanjutnya »

Anjungan Nangroe Aceh Darussalaam

Anjungan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menampilkan dua rumah adat sebagai bangunan induk, lumbung padi (krueng pade), penumbuk padi (jeungki), tempat kumpul (bale), langgar (meunasah), panggung pergelaran, pesawat Dakota RI 001 Suelawah, toko cenderamata, dan bangunan kantor.Bangunan induk pertama adalah rumah adat Aceh Besar (rumoh Aceh), berupa rumah panggung 2,5 … Selanjutnya »

Anjungan Sumatra Utara

Anjungan Sumatera Utara menampilkan enam buah rumah adat: rumah bolon Batak Simalungun, jabu bolon Batak Toba, siwaluh jabu Batak Karo, rumah Batak Pak-Pak Dairi, Nias, dan rumah Melayu. Pintu gerbang anjungan berwujud gapura bertuliskan horas mejuha juha (selamat datang).Rumah adat Batak Simalungun pada dasarnya hampir sama dengan rumah adat Batak … Selanjutnya »
 

Anjungan Sumatra Barat

Anjungan Sumatera Barat menampilkan lima bangunan adat: rumah besar (rumah gadang), balai adat (balairung), lumbung padi (rangkiang) dan surau, semuanya rumah adat Minangkabau; serta rumah adat Mentawai. Selain itu, terdapat bangunan pendukung, yakni rumah untuk kantor, kantin, dan panggung pertunjukan (medan nan bapeneh) tempat menggelar berbagai seni daerah pada hari … Selanjutnya »

Anjungan Riau

Ketika masuk ke dalam kompleks anjungan, pengunjung disambut gapura bercorak khas Melayu, merupakan replika Gapura Istana Kerajaan Riau Lingga. Di sekitaran halaman anjungan diletakkan patung satwa liar, seperti harimau dan beruang, serta sebuah replika Kilang Minyak sebagai gambaran lingkungan alam. Anjungan ini menampilkan empat buah bangunan adat, yakni balai selasar … Selanjutnya »

Anjungan Jambi

Anjungan Jambi menyajikan rumah adat Melayu, rumah betiang atau rumah sepucuk jambi sembin lurah, yang mulai dibangun April 1974 dan diresmikan setahun kemudian. Pada tahun 1979 dibangun sebuah panggung berbentuk perahu angsa, perahu tradisional daerah Jambi, dinamakan kajang lako. Di belakang rumah betiang terdapat bangunan berupa lumbung (blubur), yakni tempat … Selanjutnya »

Anjungan Bengkulu

Begitu masuk ke halaman Anjungan Bengkulu, pengunjung dapat menemukan replika bunga raflesia yang menjadi lambang dan kebanggaan daerah Bengkulu karena tidak ditemukan di tempat lain. Terdapat tiga rumah adat yang ditampilkan di anjungan ini, yakni rumah bangsawan (Rumah Gedang) dan dua jenis rumah rakyat biasa. Ketiganya merupakan rumah panggung yang … Selanjutnya »

Anjungan Lampung

Pembangunan Anjungan Lampung yang berintikan dua rumah adat, nuwou balak dan nuwou sessat, dimulai tahun 1973 dan pada 17 April 1975. Gubernur Lampung, Sutiyoso atas nama masyarakat Lampung mempersembahkannya kepada Ibu Tien Soeharto selaku Ketua Yayasan Harapan Kita. Kini Anjungan Lampung menampilkan enam bangunan utama, yaitu rumah adat panggung (nuwou/lamban … Selanjutnya »
 

Anjungan Nusa Tenggara Timur

Singgah di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT) pengunjung akan menyaksikan bermacam-macam rumah adat yang memamerkan benda-benda hasil budaya masyarakatnya. Bangunan paling besar berupa rumah adat Ende-Flores yang dipermodern. Rumah aslinya berbentuk panggung, beratap alang-alang, dan dindingnya dari pelepah daun siwalan atau tal. Di dalam ruangan rumah adat ini dipamerkan bermacam-macam … Selanjutnya »

Anjungan Banten

Provinsi Banten semula berstatus daerah karesidenan di Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 18 November 2000, Banten resmi menjadi provinsi ke-30 dengan ibukota Serang berdasarkan UU No. 23 tahun 2000. Luas wilayahnya 9.160,70 km², terbagi ke dalam empat kabupaten dan dua kotamadya, yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, … Selanjutnya »

Anjungan Sumatera Selatan

Anjungan Sumatera Selatan menampilkan tiga bangunan rumah adat, yakni rumah limas, rumah ulu, dan rumah rakit, masing-masing mewakili suku bangsa Palembang, suku di pedalaman, dan penduduk yang tinggal di wilayah perairan sungai.Rumah limas merupakan bangunan induk anjungan, berupa rumah panggung berbentuk empat persegi panjang, beratap limas yang pada bagian puncaknya … Selanjutnya »

Anjungan Bali

Bali juga disebut Pulau Dewata karena alamnya yang indah dan banyak pura tempat persemayaman para dewa. Sebagian besar penduduk Bali memeluk agama Hindu. Agama Hindu mengenal banyak Dewa sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahaesa (sang Hyang Widhi Wasa) di dalam melaksanakan kekuasaan yang tak terbatas atas alam semesta. Anjungan Bali tampil … Selanjutnya »

Anjungan Nusa Tenggara Barat

Istana Tua Sumbawa yang amat bersejarah itu tampak agung berada di kompleks Anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB). Istana aslinya dinamakan Dalam Loka Samawa dan dibangun sekitar tahun 1825 oleh Sultan Khairudin I. Bangunan di atas tiang ini terbuat dari kayu jati, bertiang 100, bertingkat, dan beratap kembar. Tangga masuknya unik … Selanjutnya »
 

Anjungan Kalimantan Barat

Anjungan Kalimantan Barat menampilkan tiruan Istana Kadriah (istana sultan Pontianak), rumah betang atau rumah panjang (rumah adat Dayak), tiruan tugu katulistiwa, ulambu—bangunan kecil untuk menyimpan peti mayat (lungun)—beserta sanding atau toras (tonggak kayu balian sebagai tempat penguburan tengkorak dan tulang manusia yang telah meninggal), serta miniatur bandong dan lanting atau … Selanjutnya »

Anjungan Kalimantan Tengah

Singgahlah di Anjungan Kalimantan Tengah, Anda akan menemukan pesona keajaiban dari rumah panjang (rumah betang) yang begitu panjang dan besar, balai adat yang unik, dan berbagai koleksi benda budayanya yang menarik.Rumah betang merupakan rumah tempat tinggal untuk beberapa keluarga suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Maanyan, dan Lawangan—penduduk asli Kalimantan Tengah—yang … Selanjutnya »

Anjungan Kalimantan Selatan

Rumah bubungan tinggi atau rumah lambung mangkurat, yakni rumah adat suku Banjar yang sudah dikenal sejak masa Sultan Suriansyah pada abad ke-16, merupakan bangunan pokok yang ditampilkan Anjungan Kalimantan Selatan. Rumah bubungan tinggi berbentuk tinggi dan memanjang ke depan. Lantainya dibuat berjenjang, semakin meninggi pada bagian tengah bangunan di bawah … Selanjutnya »

Anjungan Kalimantan Timur

Anjungan Kalimantan Timur menampilkan rumah lamin dari suku Dayak Kenyah sebagai bangunan induk, lumbung padi (kerangking), tempat menyimpan mayat (lungun), bangunan panggung, dan sejumlah patung suku Dayak Bahau.Lamin merupakan rumah panggung yang sangat panjang sambung-menyambung, ditempati puluhan keluarga—bahkan dapat menampung sampai 200 orang—sebagaimana rumah tradisional suku Dayak pada umumnya. Perbedaan … Selanjutnya »

Anjungan Sulawesi Utara

Anjungan Sulawesi Utara menampilkan dua buah rumah adat: rumah pewaris (walewangkoa) mewakili suku Minahasa dan rumah adat Bolaang Mongondow, dilengkapi dengan berbagai patung, seperti tokoh pejuang Bogani, penari cakalele, siow walian, patung anra, babirusa, dan burung maleo di halaman anjungan. Keadaan alamnya digambarkan melalui tiruan Gunung Kalabat, Danau Tondano, dan … Selanjutnya »
 

Anjungan Sulawesi Tenggara

Anjungan Sulawesi Tenggara menampilkan bangunan induk tiruan istana Sultan Buton (malige). Malige merupakan bangunan empat lantai di atas tiang segi empat. Lantai pertama lebih luas daripada lantai kedua, lantai kedua lebih luas daripada lantai ketiga, sedang lantai keempat sedikit luas dari lantai ketiga. Bahan bangunan seluruhnya dari kayu, ditautkan dengan … Selanjutnya »

Anjungan Sulawesi Tengah

Anjungan Sulawesi Tengah menyajikan empat buah bangunan tradisional, yakni souraja, rumah adat bangsawan suku Kaili; rumah adat suku To Lobo (tambi) dari Lone Selatan, lumbung padi (gambiri), dan sebuah bangunan kantor merangkap gerai seni.Rumah souraja berbentuk rumah panggung yang ditopang sejumlah tiang segiempat dari kayu; beratap bentuk piramide segitiga: bagian … Selanjutnya »

Anjungan Sulawesi Selatan

Jangan lupa singgah di Anjungan Sulawesi Selatan karena tempat ini sungguh mempesona. Tak heran jika banyak wisatawan mancanegara mengunjungi anjungan ini untuk mengagumi satu persatu rumah adat Bugis, Makasar, dan rumah tradisional Toraja tongkonan yang dilengkapi dengan tiga buah lumbung padi serta model perahu pinisi. Rumah adat yang pertama adalah … Selanjutnya »

Anjungan Maluku

Anjungan Maluku menampilkan baileu dan rumah kepala desa (rumah raja atau rumah latu). Baileu merupakan bangunan peninggalan adat yang menggambarkan kebudayaan siwa-lima. Patung Martha Christina Tiahahu dan Pattimura atau Thomas Matulessy; dan patung proses pengolahan sagu melengkapi peragaan budaya Maluku. Baileu, yang menjadi bangunan induk Anjungan Maluku, merupakan rumah panggung … Selanjutnya »

Anjungan Irian Jaya

Rumah kariwari suku Tobati-Enggros adalah model yang dipilih sebagai bangunan induk Anjungan Papua, selain rumah honay dari suku Dani. Dua bangunan ini digunakan untuk mengenalkan kebudayaan Papua yang beragam, baik suku bangsa, bahasa, adat istiadat, maupun benda-benda budayanya.Rumah kariwari adalah rumah pemujaan suku Tobati-Enggros yang menghuni tepian Danau Sentani di … Selanjutnya »
 

Anjungan DKI Jakarta dan Sanggar Krida Wanita Jaya Raya

Anjungan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menyajikan bangunan modern berupa tiruan bagian bawah Monumen Nasional, yang aslinya berada di Lapangan Monumen Nasional di depan Istana Merdeka.Bangunan ini terdiri atas dua lantai, masing-masing digunakan sebagai ruang pameran. Lantai pertama memamerkan peragaan yang menggambarkan aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Betawi … Selanjutnya »

Anjungan Jawa Barat

Anjungan Jawa Barat menampilkan bangunan utama berupa tiruan Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon yang sekaligus menjadi pusat di Anjungan Jawa Barat. Aslinya, Keraton Kasepuhan didirikan pada 1529 oleh Raden Sepet dari Majapahit.Di samping itu, Anjungan Jawa Barat menampilkan bangunan pelengkap keraton berupa bangunan untuk penyajian musik selamat datang (ajeng), pos penjagaan … Selanjutnya »
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s