Candi Prambanan

Wisata Sejarah – Candi Prambanan – Sleman – Yogyakarta

Candi Prambanan atau candi Roro Jongrang, adalah pengejawantahan peradaban Hindu di tanah Jawa.

Hal ini dapat dilihat dari struktur candi yang menggambarkan inti kepercayaan dalam agama Hindu, yaitu Trimurti. Kompleks Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.

 

Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Keistimewaan Candi Prambanan lainnya adalah keindahan relief-reliefnya yang menempel di dinding candi. Kisah Ramayana menjadi relief utama , yang lain adalah pohon kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian, dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini menggambarkan betapa masyarakat Jawa abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sebuah museum yang juga berada di kompleks candi. Di museum ini, dapat menikmati audio visual tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasinya secara lengkap.  juga terdapat taman bermain untuk anak-anak dan kereta mini yang dapat mengantarkan pengunjung mengelilingi kawasan wisata tersebut.

Salah satu event wisata yang sangat menarik  adalah pementasan Sendratari Ramayana. Sendratari Ramayana adalah seni pertunjukan yang menyatukan ragam kesenian Jawa seperti tari, drama, dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana, epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Kisah Ramayana yang dibawakan dalam pertunjukan ini merupakan penerjemahan dari relief yang terpahat di Candi Prambanan. Cerita Ramayana yang terpahat di candi ini mirip dengan cerita yang berkembang dalam tradisi lisan di India. Jalan cerita yang panjang dan menegangkan dirangkum dalam empat lakon atau babak, yaitu: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama—Sinta. Pementasan ini sudah berjalan sejak tahun 1960-an dan dilaksanakan setiap bulan pada malam purnama.

Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.  Candi yang juga terkenal dengan sebutan Candi Rara Jonggrang ini dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Wangsa Sanjaya. Candi yang sejak tahun 1991 ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya dunia (World Wonder Heritage) ini menempati kompleks seluas 39,8 hektar. Menjulang setinggi 47 meter atau lima meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, Candi Prambanan telihat perkasa dan kokoh. yang menunjukkan kejayaan peradaban Hindu di tanah Jawa. 

Candi Prambanan juga disebut Candi Rara Jonggrang  terkait dengan sebuah legenda  seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso jatuh hati kepada putri raja yang rupawan parasnya, ia benama Rara Jonggrang. Karena tak kuasa menolak cinta sang pangeran, Jonggrang mengajukan syarat kepada Bondowoso untuk dibuatkan candi dengan 1.000 arca dalam waktu semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi, sebelum akhirnya Jonggrang berhasil meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi dan membuat api besar agar terkesan suasana sudah pagi hari. Karena merasa dicurangi, Bondowoso yang baru membuat arca ke-999 kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1.000.

Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan yang secara administratif terbagi menjadi dua bagian, yaitu antara kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah.

Letaknya yang tepat di tepi jalan raya Yogyakarta—Solo membuat kompleks Candi Prambanan mudah untuk dijangkau dari arah manapun, baik dari arah Yogyakarta maupun Solo.

Di sekitar kompleks candi tersedia akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap, seperti hotel/rumah penginapan, restoran/rumah makan, toko-toko cenderamata, warung telekomunikasi, dan warung internet. Selain itu, kehadiran para tenaga pemandu wisata yang mudah dijumpai di sekitar candi akan menyempurnakan kunjungan para wisatawan. Sebab, mereka akan memandu wisatawan menelusuri jejak-jekak kemasyhuran peradaban Jawa-Hindu dengan Candi Prambanan sebagai monumen utamanya.

Candi Prambanan dibangun pada perkembangan abad 9 dan 50 tahun setelah pembangunan Candi Borobudur. Diyakini pula pembangunan Candi ini atas perintah Rakai Pikatan dari kerajaan hindu Mataram yang menikahi Pramodhawardhani, putri Raja Syailendra yang beragama Buddha -Mahayana yang memerintahkan pembangunan Borobudur

Kemungkinan besar, Pakai pikatan yang berkuasa disekitar tahun 865 Masehi membangun Prambanan untuk merayakan kembalinya dinasti hindu menjadi penguasa tungga di tanah jawa. Tak heran bila candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Hindu terbesar di kawasan jawa tengah dan Yogyakarta. Bentuknya menyerupai gunungan wayang kulit setinggi 47 m dengan candi induk mengarah ke timur.

Ada tiga buah candi utama (Trimurti) dalam komplek candi prambanan. Candi tersebut adalah Candi Brahma, Wisnu dan Syiwa. Ketiganya melambangkan ajaran hindu yang dikenal dengan sebutan Trimurti, yakni Dewa Brahma yang pencipta, Dewa Wisnu sebagai sang pemelihara, dan Dewa Syiwa sebagai perusak.

Bilik utama Candi induk ditempati Dewa Syiwa sebagai Mahadewa, sehingga banyak yang menyimpulkan bahwa candi Prambanan meruapakan Candi Syiwa. Sedang Candi Brahma dan Candi Wisnu hanya memiliki bilik satu buah yang ditempati oleh patung dewa yang bersangkutan.

Seperti halnya Candi-candi lainnya, candi Prambanan pun memiliki berbagai relief. Candi Syiwa atau sering disebut candi induk dihiasi dengan relief Ramayana. Kisah Ramayana ini bisa dinikmati bilamana kita berparadaksana, yakni berjalan mengelilingi Candi dengan pusat candi selalu disebelah kanan kita melalui lorong candi.

Cerita itu berlanjut pada pagar langkan Candi Brahma yang terletak disebelah kiri atau sebelah selatan candi induk. Sedang pada pagar langakan candi Wisnu yang terletak di sebelah kanan atau utara candi induk, terpahat relief Kresnadwipayana yang menceritakan masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wisnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.

Dihadapan ketiga candi Trimurti ini terdapat tiga candi wahana atau kendaraan ketiga dewa tersebut. Didepan candi Syiwa berisi patung seekor lembu bernama Nandi menjadi kendaraan Syiwa. Lalu, patung angsa sebagai kendaraan Dewa Brahma dan patung burung Garuda sebagai kendaraan Dewa wisnu.

Enam candi itu saling berhadapan menjadi dua kelompok dalam sebuah halaman berbentuk bujur sangkar dengan masing-masing panjang sisinya sekitar 110 m. selain enam candi itu masih ditemukan candi lain, yakni dua buah candi pengapit berketinggian 16 m yang saling berhadapan. Satu ada di utara dan satunya ada disebelah selatan, serta empat buah candi kelir dan enam buah candi sudut.

Komplek candi prambanan terletak lebih kurang 17 km disebelah timur kota Yogyakarta atau hanya beberapa ratus meter ditepi jalan raya Yogya – Solo. Untuk mengagumi keindahan Prambanan, pengunjung domestik dikenakan tarif Rp 3000 dan pelajar Rp 2000. harga tiket untuk orang asing berbeda, untuk turis asing US$ 5 sedang orang asing yang masih berstatus pelajar tarifnya US$ 3. Lokasi ini setiap hari dan pukul 06.00 hingga 18.00 WIB

Foto dan teks dari :Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s