Kesenian Sulawesi Tengah

Kesenian

Musik dan tarian di Sulawesi Tengah bervariasi diantara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Berbeda dengan musik Jawa dan Bali yang lebih berkembang, musik tradisional di daerah ini memiliki instrumen yang terbatas seperti suling, gong dan gendong. Lebih bermanfaat sebagai hiburan daripada sebagai bagian ritus keagamaan, penampilan kesenian merupakan kesenian rakyat.

Di wilayah Kaili di bagian pantai barat, waino merupakan suatu seni bercerita yang juga dipandu dengan bentuk musik dan ditampilkan ketika ada upacara kematian.

Kesenian ini telah dikembangkan dalam bentuk yang lebih populer bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan disuatu keramaian. Banyak tarian yang berasal dari kepercayaan keagamaan dan ditampilkan ketika festival. Tari masyarakat yang terkenal adalah dero merupakan tarian masyarakat di Pamona Kecamatan Pamona dan Kuwali. Dero secara khusus ditampilkan ketika musim panen dan festival lainnya seperti upacara penyambutan tamu, syukuran dan hari-hari nasional tertentu.

Mungkin salah satu tarian di Indonesia yang laki-laki dan perempuan berpegangan tangan bukan warisan leluhur tetapi merupakan kebiasaan selama pendudukan Jepang di Indonesia ketika perang dunia II.

Dengan memukul gong dan gendang, para penari membuat suatu lingkaran dengan seorang menyanyi dan yang lainnya mengikutinya. Dengan banyaknya orang yang ikut maka lingkaran itu semakin besar dan biasanya ditambah dengan lingkaran kedua. Tamu kehormatan biasanya diikutsertakan dalam lingkaran kedua. Tamu kehormatan diikutsertakan dalam lingkaran tersebut dan dapat istirahat bila lelah. Sebagai suatu kesempatan bagi saling bertemunya antar muda-mudi dero dapat berlanjut hingga larut malam dimana para peserta dapat istirahat dan dapat ikut lagi dalam lingkaran setelah itu. Karena dero hanya ada pada saat-saat tertentu maka biasanya para gadis dan wanita lainnya menggunakan pakaian adat / tradisional.

Musik dan Tarian di Sulawesi Tengah bervariasi, yaitu perpaduan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Musik tradisional memiliki Instrumen seperti suling, gong, dan bahkan gendang. Alat musik ini lebih berfungsi sebagai hiburan dan bukan sebagai ritual keagamaan. Dengan perkembangan yang ada bahkan sudah banyak lagu daerah Sulawesi Tengah yang tercipta, dengan perpaduan musik khas tersebut. Antara lain:

  1. Palu Ngataku
  2. Posisani
  3. Rikasolo nu eo
  4. Kaili Kana Kutora
  5. Randa Ntovea
  6. Polo Haja
  7. Tanaggu Kaili
  8. Kaili Ntovea
  9. Janji Ri Talinti
  10. Kakula Nuada
  11. Nanjodi
  12. Buya Sabe
  13. Nekakava Togoa
  14. Natetora Vaimo
  15. Nomarue
  16. Gero Raraku
  17. Bunga Navoke Puramo
  18. Doa Mpolinja Janji
  19. Irama Dero 1
  20. Nonstop Irama Dero Poso
  21. Irama Dero 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s