Pulau Mentawai

Wisata Pantai – Pulau Mentawai – Sumatera Barat

Mentawai memiliki banyak pulau-pulau indah dengan ombaknya yang besar,yang sangat bagus untuk olahraga berselancar. Sejak 1990 , Mentawai ramai dikunjungi oleh turis untuk berselancar. Ombak di mentawai merupakan ombak terbagus ketiga didunia untuk berselancar.

mentawai beach
Selain  berselancar,, kawasan ini juga sebagai tujuan wisata untuk mengetahui lebih dalam kehidupan suku mentawai,melihat keindahan alam mentawai menyelidiki kehidupan hewan di mentawai dan lain-lain.

Di Mentawai sekarang telah banyak berdiri resort-resort yang cukup mewah , Home stay

Mentawai adalah sebuah gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di barat Pulau Sumatera,Indonesia.
Mentawai merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Barat.Penduduk Asli mentawai adalah Orang Mentawai.Bahasa yang digunakan oleh orang mentawai adalah bahasa mentawai
Pulau-Pulau besar yang banyak didiami penduduk di Mentawai adalah Pulau Sipora,Pagai Utara,Pagai selatan dan Siberut.
Ibukota Kabupaten Mentawai adalah Tua Pejat, rumah adat orang mentawai adalah uma, dengan kepala suku nya bergelar Sakerei.

Sejarah mentawai.
mengikuti teori pleistocene glaciation, Kepulauan Mentawai terpisah dari pulau Sumatera dikarenakan oleh kenaikan permukaan air laut.Orang mentawai diperkirakan telah ada disuatu pulau 200 dan 500 SM. Bermigrasi dari utara melalui Pulau Siberut kemudian bergerak keselatan menuju Sipora dan Pulau pagai.Austronesia bahasa,adat dan kebiasaan hidup sangat berbeda dengan Sumatera Barat sebagai propinsi induknya.
Pada awal abad ke 17 orang portugis membuat peta mentawai dengan nama ‘Mintaon’peta tersebut dibuat tahun1606.
Pada Agustus tahun1792 seorang karyawan British East India Company,John Crisp mengunjungi Pagai (Poggy) untuk mempelajari orang mentawai.Tulisannya mengenai mentawai dimuat pada tahun 1799.John crisp adalah orang pertama yang mengenalkan mentawai pada sastra barat.
Pada tanggal 10 Juli 1864 menjadi bagian dari Hindia Belanda. [lagulamaku.blogspot.com]

Mentawai Si Cantik nan Eksotis

Sejumlah tempat tidur busa disimpan di uma atau rumah adat Mentawai di Butui, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Keberadaan barang buatan pabrik itu amat mencolok dibandingkan dengan isi uma lainnya, seperti tengkorak binatang dan peralatan memasak yang semuanya dibuat warga Mentawai.

“Tempat tidur itu untuk para turis. Mereka juga yang membelinya, juga barang lain seperti tas,” kata Aman Jazali, sikerei yang menghuni rumah adat tersebut. Sikerei adalah pemimpin upacara adat.

Menurut Jazali, hampir setiap minggu ada saja turis asing—biasanya dari Amerika dan Eropa—yang menginap 1-2 malam di uma. Ada dua daya tarik di situ: mengalami sendiri kehidupan suku Mentawai yang eksotis serta menikmati aliran Sungai Butui nan jernih serta dikelilingi pasir dan bebatuan putih di depan uma.

Eksotisme ala Butui tersebut masih ditambah indahnya perjalanan untuk mencapainya, yaitu naik pompong—perahu kayu dengan mesin tempel—selama sekitar 4 jam dari Muara Siberut, ibu kota Kecamatan Siberut Selatan, menuju Desa Madobag. Dari Madobag, berjalan kaki sekitar 1,5 jam melalui hutan untuk menuju uma.

Sementara Muara Siberut dapat ditempuh dengan naik kapal motor selama 10-12 jam dari Padang, Sumatera Barat.

Eksotisme Mentawai

Kehadiran wisatawan asing ini membuat Jazali memperoleh pemasukan yang lumayan karena setiap rombongan biasa memberinya uang sebelum pergi. Selain itu, juga membuatnya mampu sedikit berbahasa Indonesia, Inggris, dan berhitung.

”Saat menginap di sini, pemandu wisata dan turis asing itu sering mengajari saya dan juga keluarga,” kata Jazali yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Sementara ketiga anaknya sekarang belajar di sekolah hutan yang dikelola seorang biarawan karena sekolah formal berada jauh dari umanya.

Kehadiran turis asing juga membuat sejumlah tempat di Mentawai ditumbuhi resor mewah, terutama di kawasan pantai yang memiliki ombak yang baik untuk selancar. Di resor-resor itu turis berduit menikmati eksotisme Mentawai yang terdiri dari 213 pulau sekaligus untuk berselancar.

Ombak di kepulauan Mentawai—oleh berbagai organisasi selancar—merupakan terbaik ketiga sejagat setelah Hawaii dan Tahiti.

Surf mentawai

Di Mentawai, selancar biasanya dilakukan di Pulau Nyangnyang, Karang Majat, Masilok, Botik, dan Mainuk. Puncak kunjungan wisatawan ada di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter.

”Pulau yang cantik. Saya akan datang ke sini lagi,” kata Andrea, wisatawan dari Italia, tentang Mentawai yang dikunjunginya selama satu minggu.

Cagar biosfer

Selain cantik, Mentawai juga berperan penting bagi konservasi. Sejak tahun 1981, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Pulau Siberut di Mentawai sebagai salah satu cagar biosfer sehingga keberadaannya harus dilindungi dan dijauhkan dari eksploitasi.

Keeksotisan Siberut ditambah adanya empat primata endemik Mentawai, yaitu simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan beruk mentawai (Macaca pagensis).

Untuk meneliti kekayaan primata Mentawai ini, Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut.

Terabaikan

Namun, berbagai keunggulan itu seolah belum mampu membuat negara untuk melihat Mentawai secara lebih serius. Fasilitas umum seperti kesehatan dan pendidikan di daerah kaya itu umumnya masih terbengkalai. Aliran listrik dan jalan amat terbatas.

”Dinas Pariwisata belum pernah datang ke sini. Jika ada wisatawan yang datang, ya sudah, kami tangani sendiri,” kata Sekretaris Desa Madobag Matheu Sabaggalek.

mentawai islandAkibatnya lebih jauh, warga tidak hanya belum memiliki panduan yang jelas untuk mengelola daerahnya. Sejumlah aset di daerah itu juga mulai dikelola orang asing, seperti resor mewah di sejumlah lokasi selancar. ”Tanah resor itu masih milik warga Mentawai. Namun, karena tidak tahu dan tidak memiliki modal untuk mengelolanya, lalu disewakan ke orang asing,” kata Matheu.

Matheu juga menceritakan, sudah ada turis Kanada yang menawarkan diri untuk memberikan modal menata air terjun Kulu Kubuk yang ada di daerahnya. ”Turis itu sudah menawarkan Rp 25 juta sebagai modal, dan pengelolaannya tetap diserahkan ke kami. Namun, warga yang punya tanah masih belum memperbolehkan,” kata Matheu.

Negara perlu mengatur jangan sampai kekayaan alam ini jatuh ke tangan asing, antara lain membekali kemampuan masyarakat setempat mengelola kawasan mereka. Jika tidak, kekayaan alam Mentawai nan cantik ini sangat mungkin diserahkan pengelolaannya ke tangan asing. Bila demikian, apa arti makna kehadiran negara Indonesia di Mentawai?

(Agnes Rita Sulistyawaty dan M Hernowo)
Sumber: Kompas.com

Foto foto:

pantai mentawai

 

pulau mentawai

pantaimentawai

pantai mentawai

sumber  pasirpantai.com

4 responses to “Pulau Mentawai

  1. wisataa mentawai eksotis abezz

  2. Udah tiap hari jadi bosend mind -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s