Kota Berastagi

Kota Berastagi – Tanah Karo – Sumatera Utara
Wisata Sumatera Utara , Kota Berastagi, Tanah Karo, Sibolangit, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Bandar Baru, Bukit Gundaling, Taman Nasional Tahurawisata di Tanah Karo

Kota Berastagi yang dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dengan hamparan ladang pertanian yang indah, luas dan hijau. Di kota ini terdapat beberapa pilihan tujuan wisata : seperti Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung dan Taman Nasional Tahura berada di kaki kedua gunung itu. Selain wisata alam, Anda juga dapat menikmati wisata kota, berupa pasar tradisional, arsitektur khas Batak Karo, hingga wisata kuliner.

Kota Berastagi mempunyai kualitas air yang bersih dan jernih, cuaca dan suhu udara yang sejuk jauh dari polusi udara, makanan yang relatif sesuai dengan selera umum, masyarakat yang ramah dengan para pendatang,turis, dan biaya berwisata yang relatif murah.
Berastagi merupakan satu kota yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Secara geografis, kota ini berada di dataran tinggi atau sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) bersatu dengan kawasan deretan panjang Bukit Barisan. Kota yang sehari-hari bersuhu udara antara 17 hingga 19 derajat celcius ini terletak sekitar 10 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, ke arah utara. Sementara, jika dari ibukota Provinsi Sumatra Utara, Medan,

Kota Berastagi terletak 78 km di sebelah selatannya. Dan, dari Medan, Kota Berastagi yang berada di dataran tinggi nampak diapit oleh dua gunung aktif, yakni Gunung Sibayak (2.100 meter dpl) dan Gunung Sinabung (2.400 meter dpl).

Kota Berastagi merupakan sebuah kota yang ramai para penjaja buah-buahan serta sayur-mayur di sepanjang jalan .Buah markisa dan jeruk menjadi komoditi andalan , Juga terkenal dengan berbagai ragam tanaman hiasnya dan beberapa festival rutin yang digelar setiap tahunnya, seperti pesta bunga dan buah serta festival kebudayaan. Pesta Mejuah-juah yang merupakan festival kebudayaan tradisional tahunan. Acara semacam upacara adat ini dilaksanakan sebagai ajang berkumpulnya kembali Orang Karo dari perantuan untuk menjalin silaturahmi dengan para kerabat yang ditinggalkan

Berbagai jalan alternatif menuju Kota Berastagi , menawarkan pengalaman wisatanya :

Sibolangit

Medan, mengambil jalur Sembahe , Sibolangit, Di sepanjang jalan di Sibolangit yang membelah pegunungan Bukit Barisan itu, dapat Anda saksikan indahnya hutan wisata yang semula hanya berupa jajaran kebun di lereng pegunungan Bukit Barisan. Cuaca di Sibolangit sungguh sejuk. Nampak di sana, jalan-jalan kecil yang berguna sebagai pos pemberhentian sementara bagi para turis lokal maupun mancanegara. Di sepanjang jalan ini, Anda juga dapat menemukan pondok-pondok durian yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat rehat sejenak sambil menikmati durian khas Sumatra Utara .Tak jauh dari Sibolangit, lanjutkan perjalanan Anda dan mampir berendam di Lau Debuk-debuk. Lau Debuk-debuk merupakan pemandian air panas alami yang mengandung belerang
Tujuan wisata :

  • Pemandian Sembahe
  • Cagar Alam Sibolangit
  • Sibolangit Camping Ground
  • Hill Park Green Hill
  • Air Terjun Dwi Warna Sibolangit

Taman Nasional Tahura


Ke hutan wisata di Gunung Sibayak untuk melihat kekayaan alam baik flora maupun fauna. Di situ, wisatawan dapat menjelajahi Taman Nasional Tahura. Taman nasional ini merupakan sebuah area hutan bernama Bukit Lawang yang tidak terlalu luas, akan tetapi sangat menarik karena di dalamnya terdapat ratusan jenis tumbuhan dan satwa langka, seperti Orang Utan. Secara tekstural, alam Taman Nasional Tahura merupakan lokasi yang tepat untuk berwisata trekking bagi keluarga, karena medan tempuhnya yang nyaman untuk berjalan kaki.

Bukit Gundaling


Menikmati lansekap kota dari atas, bisa berkeliling dengan menaiki kuda wisata di sebuah kawasan wisata bernama Bukit Gundaling.

wisata kota berupa arsitektur khas Batak Karo dapat dijumpai di dalam perkampungan di sekeliling kota berupa rumah adat berusia sekitar 250 tahun. Arsitektur khas ini misalnya berupa tempat musyawarah (jambur) masyarakat Karo, dan bangunan untuk menyimpan kerangka mayat (geriten). Begitu pula dengan kerajinan asli masyarakat Batak Karo yang bisa didapat di toko-toko suvenir maupun ketika Anda menuju ke desa-desa pusat kerajinannya.
Beragam wisata kuliner khas Karo dapat dengan mudah Anda temukan di kawasan Berastagi ini. Apalagi jika memasuki akhir tahun sebagai persiapan acara malam tahun baru, di sana akan Anda jumpai `warung-warung kaget` di tepi jalan yang menjajakan berbagai masakan, seperti misalnya ikan bakar. Atau Anda ingin mencoba bersirih-pinang ala Melayu. Sirih-pinang ini tersedia di Pasar Berastagi. Perayaan akhir tahun di berastagi ini akan termeriahkan dengan berbagai pesta.

Bandar Baru


Dalam perjalanan pulang mampir ke Bandar Baru yang merupakan suatu kota kecil lebih kurang 47 km dari Berastagi ke arah Medan. Bandar Baru merupakan kawasan berhawa sejuk dengan pemandangan alam yang elok; dan Penatapen yang merupakan lintasan jalan Medan-Berastagi dekat dengan perbatasan antara Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Deli Serdang. Di tempat-tempat itu, sering digunakan wisatawan sebagai tempat pemberhentian sejenak bagi yang lelah dalam perjalanan, sembari menikmati hangatnya jagung rebus atau jagung bakar dan kopi Medan yang hangat. Dari sini kita bisa memandang Kota Medan, dan juga melihat Air Terjun Sikulikap beserta jalur pendakian ke Gunung Sibayak
Akses ke Berastagi melalui Medan
Bus Umum dari Terminal bus Padang Bulan Medan . jurusan Kota Kabanjahe atau yang menuju langsung ke Kota Berastagi dengan waktu tempuh selama kurang dari 2 jam perjalanan.

Mini bus khusus pariwisata juga bisa menjadi pilihan sebagai pengantar dengan rute Medan – Berastagi / Danau Toba – Bukit Lawang. Mini bus ini biasanya banyak tersedia di hotel-hotel tempat para wisatawan menginap

Tersedia Tour guide atau pemandu wisata dan Penginapan / cottages khas rumah adat Karo di Berastagi

[sumber wisatasumatera.wp]

3 responses to “Kota Berastagi

  1. mejuah-juah, berastagi memang sangat indah

  2. kepada pemerintah daerah, benahin dong jalannya. biar orang perantauan seperti saya lebih sering pulang

  3. P. Sembiring Meliala

    Mejuah-juah, mari kita dukung utk mengembangkan tujuan wisata dalam negeri yg asli dengan keindahan alamnya seperti di Tanah Karo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s